Kami Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
telponHotline : 021-71022587smsSMS Center : 08.15.15.15.15.82bbBB Messenger : 2667B757emailhasanhunaifi[at]yahoo.com
Home » Blog » Tidak Semua Antioksidan Mengurangi Resiko Pikun dan Stroke

Tidak Semua Antioksidan Mengurangi Resiko Pikun dan Stroke

Ditulis pada : February 24th, 2013 | 0 Kommentar ↓
0 Flares Filament.io 0 Flares ×

antioksidan

Tidak Semua Antioksidan Mengurangi Resiko Pikun dan StrokeAntioksidan dipercaya dapat menahan ateroklerosis yang merupakan penyebab timbulnya peoyakit jantung atau stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya. Akan tetapi, tidak semua antioksidan bisa mengurangi resiko terkena stroke. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Belanda, bahwa hubungan antar total asupan antioksidan dan resiko penyakit otak lebih kecil. Selama ini, antioksidan dipercaya dapat mengurangi resiko sejumlah resiko gangguan kesehatan. Maka tidak mengherankan kebanyakan orang suka makan makanan yang banyak mengandung antioksidan seperti cokelat, blueberry ataupun supelemen. Di study sebelumnya, dinyatakan bahwa diet tinggi vitamin C berhubungan dengan resiko terkena stroke. Namun dalam penelitian itu, tak dibahas mengenai manfaat diet kaya antioksidan secara umum. Akan tetapi, di studi terbaru ini, para peneliti dari Belanda melibatkan 5.395 partisipan berusia 55 tahun ke atas dan tidak mempunyai tanda demensia. Setia peserta disuruh menyelesaikan kuesiooer diet yang telah diikuti kurang lebih 14 tahun lamanya. Dalam penelitian tersebut, peneliti lalu membagi para partisipan dalam tiga kelompok. Mereka ialah orang yang asupan makanan antioksidannya tingkat rendah, sedang serta tinggi. Ada sekitar 90 persen terdapat perbedaan antioksidan karena kopi dan teh yang di konsumsi. Karena kopi dan teh mempunyai kandungan flavonoid cukup tingi. 600an orang partisipan mengalami gejala demensia dan 600an orang lainnya mengalami stroke selama masa itu. Berdasarkan penelitian juga ditemukan, bahwa orang yang mengonsumsi Antioksidan paling banyak mempunyai resiko demensia dan stroke.

Menurut Dr. Elizabet Devort, peneliti dari Harvard Medical School dan Birminghand and Women’s Hospital, penelitan sebelumnya memperlihatkan bahwa antioksidan bisa membantu mengurangi resiko terkena stroke dan demensia. Walaupun menurut hasil penelitian terbaru ini menunjukkan kalau ternyata diperlukan penelitian yang benar-benar spesifik kalau antioksidan dapat mengurangi resiko stroke dan demensia. Beberapa penelitian besar menemukan kalau vitamin C dan diet tinggi buah-buahan dan sayur sayuran juga bisa mengurangi resiko terserang stroke. Sejumlah penelitian lain memperlihatkan bahwa mengonsumsi vitamin E dengan kadar yang tinggi juga bisa mengurangi resiko demensia. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa orang dewasa mempunyai asupan tinggi vitamin F yang terkandung dalam minyak kacang dan minyak biji. Selain itu, vitamin E juga dapat anda dapatkan pada buah atau sayur berwarna hijau gelap.

Pada penelitian sebelumnya juga ditemukan bahwa flavonoid tingkat tinggi yang merupakan Antioksidan utama dalam kopi dan teh, tidak terbukti dapat mengurangi terserang stroke. Lantas apakah manfaat kopi dan teh terhadap otak? Menurut dokter devore, tidak ada hubungan antara konsumsi kopi dan teh terhadap kesehatan otak.

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Reddit 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Filament.io 0 Flares ×


Tulis Komentar di "Tidak Semua Antioksidan Mengurangi Resiko Pikun dan Stroke"
Nama ↓
Email ↓
Tuliskan Apa yang Ingin Ditanyakan ↓
Silahkan anda tanyakan yang belum anda mengerti, atau yang belum jelas mengenai produk kami diform komentar ini! Komentar spam atau yang tidak relevan akan dihapus!